Thursday, December 8, 2011

Seks dalam Iklan dan Berita

Secara tidak disadari, media membentuk suatu paradigma mengenai gender yang memiliki keterkaitan erat dengan seks. Penentuan artis sebagai icon sebuah produk yang penggunaannya bertujuan untuk memikat lawan jenis (seperti kondom dan parfum) akan menggunakan model yang sex appealnya tinggi, seperti Julia Perez dan model dengan kriteria fisik sempurna. 

Hal tersebut mungkin dimaksudkan untuk mendongkrak penjualan produk. Namun, ada 1 hal lucu yang saya temukan. Seorang pria berusia 26 tahun asal New Delhi bernama Vaibhav Bedi menggugat perusahaan HUL (Hindustan Unilever Limited) karena setelah menggunakan semua rangkaian produk AXE, dia tidak kunjung mendapatkan pacar. 

Seperti yang kita ketahui, iklan AXE di Indonesia juga demikian. Pria yang menggunakan body spray AXE akan membuat gadis cantik kepincut. Tapi, bukankah pria dalam iklan itu terlahir ganteng? Tanpa AXE pun, wanita pasti akan menengok.










Tak hanya dalam iklan, pemberitaan hard news pun demikian. Masih ingat kan, merebaknya pelecehan seksual dalam angkutan umum setelah Livia Pavita Soelistio (21), mahasiswi BINUS yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah menghilang beberapa hari? Tak menutup kemungkinan, hal-hal demikian justru terjadi karena diblow up oleh media. Kasus yang sudah ada sedari dulu kini mucul kembali ke permukaan.

Media memang memiliki banyak fungsi selain menyalurkan informasi. Hanya saja, pemberitaan harus dilakukan secara berimbang. Untuk berita kriminal, apalagi yang menyangkut seks, ada baiknya tidak usah terlalu diekspos. Bahas saja seperlunya sekadar untuk memberikan update. 

No comments:

Post a Comment